Halo Saudara, saat ini kita akan mempelajari tentang indikator zig zag. Pernahkan Anda berjalan atau berlari secara zig zag ? Agak pusing atau membingungkan bukan.
Atau, apakah Anda membawa kendaraan dijalan secara zig zag ? Anda akan diprotes oleh kendaraan lain jika acapkali atau sering melakukannya. Dalam berjalan atau berkendaraan, pola zig zag memang bisa membahayakan pengguna jalan lain.
Didalam trading forex, Anda bisa menggabungkan indikator zigzag dengan indikator moving average untuk mendapat profit dalam trading. Disarankan agar Anda menggunakan metatrader untuk menampilkan indikator tersebut.
Berikut adalah panduan seting untuk indikator zig zag & moving average.
1. Buka metatrader Anda.
2. Pastikan metatrader Anda sudah aktif & online.
3. Buka timeframe Daily (D1)
4. Untuk setting Zigzag : buka menu insert, indicators, custom, lalu pilih zig zag.
Karena kita memang mengambil default dari metatrader, maka kita tinggal klik ok. Jika Anda ingin mengganti warna dan ketebalan garis juga diperbolehkan, silahkan klik Colors.
Zig Zag menunjukkan tren kinerja masa lalu dan hanya perubahan yang paling penting. Indikator ini menyaring semua perubahan kurang dari jumlah tertentu. Zig Zag dapat membantu Anda melihat perubahan dengan menyorot pembalikan yang paling penting. Dalam segmen terakhir dalam Zig Zag dapat berubah berdasarkan perubahan plot dasar.
Tanpa moving average atau indikator trend lainnya, jangan coba-coba bertrading hanya dengan zig zag.
Parameter_Zig_Zag
5. Untuk setting Moving Average : buka menu insert, indicators, trend, lalu pilih Moving Average. Pilih period :2, lalu klik Ok.
Ulangi lagi prosesnya, untuk mendapat moving average period 4, bedakan warnanya dari moving average 2.
Sekali lagi, ulangi prosesnya untuk menampilkan indikator moving average 30.
Parameter_Moving_Average
Tampak penggabungan indikator zig zag & moving average adalah sbb:
eurusd
Testimoni untuk kedua indikator itu adalah sbb :
Jika Zig Zag sudah menghubungkan ujung harga dari atas ke bawah ataupun sebaliknya maka terdapat perubahan trend jika moving average 2 sudah crossing / melewati moving average 4. Jika moving average 2 cross moving average 4 dari bawah keatas, dan sudah ada koneksi zig zag, maka Anda dapat melakukan open Buy.
Sebaliknya jika moving average 2 sudah cross moving average 4 dari atas ke bawah maka Anda dapat melakukan open Sell, apalagi zig zag sudah membuat koneksi.
Jika moving average 2 sudah cross moving average 4 dan dalam beberapa hari kemudian sudah cross moving average 30 maka akan ada trend kenaikan atau penurunan harga yang cukup besar. Target dalam 1 hari dengan menggunakan indikator ini adalah 20 - 100 poin.
Sebagai indikator tambahan, gunakan saja Bolinger Bands, Stokastik Oscilator/RSI/MACD.
Selamat mencoba.
Foot Note :
Link Download Metatrader Gain Capital :
http://www.efxnow.com/mt/forexmt4.exe
Setelah mendownload, maka Anda dapat menginstalnya.
Saat register Demo di metatrader, pilih Type : USD-Standart, Leverage 1:200
Link Download MT4 MBT(MBTrading) :
http://www.mbtrading.com/download/mt4setup.exe
Saat register Demo di metatrader : isi sesuai data-data Anda.
Selamat mencoba & jangan ragu menghubungi Support Belajarforex.com jika menemui kesulitan.
Support Belajarforex.com
website : www.belajarforex.com
Email : info@belajarforex.com
YM Chatt : belajar_forex ; belajarforex1; belajarforex2
Telp : 021 3343 8907 / 021 5694 5360 0878 8232 1399
Jumat, 18 Maret 2011
Williams %R
Overview
Biasa digunakan bukan saja pada pasar uang tetapi juga dapat digunakan pada pasar saham atau komoditi ( analisa teknikal dapat diterapkan pada berbagai jenis pasar karena tidak terikat dengan jenis produk).
Bentuk dasar dari Williams %R adalah sebagai berikut:
Williams_R_iii.JPG
Dengan N adalah periode yang dikehendaki untuk perhitungan (default adalah 14).
Jika merujuk rumus diatas, maka dapat disimpulkan Williams %R tergolong sebagai indikator Oscillator. Williams %R (biasa juga disebut Williams R – tanpa “%”) hanya bergerak pada rentangnya yang terbatas yaitu -100 hingga 0. Berbeda dengan RSI yang di plot pada kisaran 0 ke 100. Namun selain perbedaan rentang pergerakannya, cara membacanya kurang lebih sama dengan indikator-indikator oscillator lainnya.Interpretasi Williams %R
Interpretasi Williams R
Seperti telah disinggung diatas, Williams R adalah indikator untuk mengetahui area jenuh beli dan jenuh jual dari mata uang. Suatu harga dikatakan memasuki area jenuh beli apabila pergerakannya mengalami kenaikan dan telah sampai pada area puncak sehingga tidak memungkinkan mengalami kenaikan lebih lanjut. Pada area ini buyers tidak mungkin lagi melakukan aksi pembelian karena mata uang telah terlalu mahal untuk dibeli. Dengan demikian sebuah mata uang yang mengalami kenaikan dan memasuki area jenuh belinya maka dalam mata uang tersebut akan berhenti naik dan akan segera mengalami koreksi/ penurunan kembali ke titik normalnya.
Hal yang sama juga berlaku dalam konsep jenuh jual. Bedanya disini adalah jenuh jual artinya harga mata uang telah terlalu murah sehingga penjual tidak mungkin lagi menjual mata uang yang dimilikinya karena harganya terlalu murah untuk dijual. Dengan demikian sebuah mata uang yang sedang mengalami penurunan dan kemudian memasuki area jenuh jualnya maka tidak lama lagi nilai tukar mata uang tersebut akan segera berhenti turun dan akan kembali mengalami kenaikan.
Area jenuh beli dan jenuh jual inilah yang diukur oleh Williams R. Caranya adalah dengan membandinkan waktu penutupan terakhir dengan harga tertinggi dikurangi harga terrendah pada periode yang diinginkan.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:
Williams_R_i.jpg
Nah pertanyaan berikutnya adalah dimanakah area jenuh beli dan jenuh jual menurut Williams R
Apabila Anda pernah mempelajari indikator jenuh beli-jenuh jual lainnya seperti RSI, maka kami rasa Williams R tidaklah sulit untuk Anda interpretasikan. Pembacaan Williams R sama persis dengan RSI. Bedanya adalah Williams R berada pada rentang 0 hingga -100.
Bila Williams R merujuk angka -20 keatas (artinya 0 sampai -20) merupakan area jenuh beli dan sebaliknya -80 kebawah (-80 sampai -100) merupakan area jenuh jual. Area diantara kedua batas tersebut (-20 sampai -80) merupakan titik netral dimana harga masih memiliki kemungkinan untuk naik atau turun lebih lanjut. Titik tengah Williams R adalah -50.
Nah, mirip dengan RSI bukan?
Sekarang perhatikan gambar berikut dengan seksama:
Williams_R_ii.JPG
Dengan memperhatikan gambar diatas rasanya lebih dari cukup untuk membawa pengertian penggunaan indikator satu ini. Ada baiknya Anda membaca RSI terlebih dahulu untuk memperdalam penggunaan indikator yang bersifat oscillator seperti Williams R ini.
Kelebihan dan Kekurangan
Nah kita sampai pada bagian kelebihan dan kekurangan dari Williams R. Seperti pada indikator oscillator lainnya, Williams R memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama.
Kelebihan:
* Mudah dalam pembacaan
* Relatif lebih akurat dibandingkan RSI dikarenakan memang penciptaannya untuk menyempurnakan RSI.
* Dapat memprediksi pergerakan harga lebih cepat dibandingkan indikator yang bersifat trend (trend indicator)
Kekurangan:
* Seringkali menimbulkan false signal dikarenakan sifatnya yang terlalu sensitif (ditandai dengan kurva indikator yang terlihat keriting). Untuk itu disarankan untuk memperbesar periode Williams R menjadi 20 (default 14) atau menambahkan Moving Average pada Williams R.
* Williams R memiliki rentang yang terbatas. Adakalanya harga bergerak dalam kondisi yang sangat Bullish atau sangat Bearish. Dalam keadaan demikian Williams R tidak dapat lagi memberikan sinyal Open Buy dan Open Sell dikarenakan harga bergerak dalam satu arah dalam rentang yang lama. Untuk itu memang disarankan untuk menggunakan indikator trend untuk menjadi tandem Williams R seperti MACD atau MA.
Perlu dicatat disini bahwa rentang -20 dan -80 bukanlah rentang yang mutlak dalam penggunaan Williams R. Beberapa trader menggunakan batasan seperti -10 dan -90 untuk menjadi batas jenuh beli dan jenuh jualnya sama seperti RSI.
Nah kami rasa cukup sampai disini ulasan singkat mengenai Williams R. Kami persilakan Anda untuk mencoba indikator ini dalam demo trading yang telah disediakan.
Biasa digunakan bukan saja pada pasar uang tetapi juga dapat digunakan pada pasar saham atau komoditi ( analisa teknikal dapat diterapkan pada berbagai jenis pasar karena tidak terikat dengan jenis produk).
Bentuk dasar dari Williams %R adalah sebagai berikut:
Williams_R_iii.JPG
Dengan N adalah periode yang dikehendaki untuk perhitungan (default adalah 14).
Jika merujuk rumus diatas, maka dapat disimpulkan Williams %R tergolong sebagai indikator Oscillator. Williams %R (biasa juga disebut Williams R – tanpa “%”) hanya bergerak pada rentangnya yang terbatas yaitu -100 hingga 0. Berbeda dengan RSI yang di plot pada kisaran 0 ke 100. Namun selain perbedaan rentang pergerakannya, cara membacanya kurang lebih sama dengan indikator-indikator oscillator lainnya.Interpretasi Williams %R
Interpretasi Williams R
Seperti telah disinggung diatas, Williams R adalah indikator untuk mengetahui area jenuh beli dan jenuh jual dari mata uang. Suatu harga dikatakan memasuki area jenuh beli apabila pergerakannya mengalami kenaikan dan telah sampai pada area puncak sehingga tidak memungkinkan mengalami kenaikan lebih lanjut. Pada area ini buyers tidak mungkin lagi melakukan aksi pembelian karena mata uang telah terlalu mahal untuk dibeli. Dengan demikian sebuah mata uang yang mengalami kenaikan dan memasuki area jenuh belinya maka dalam mata uang tersebut akan berhenti naik dan akan segera mengalami koreksi/ penurunan kembali ke titik normalnya.
Hal yang sama juga berlaku dalam konsep jenuh jual. Bedanya disini adalah jenuh jual artinya harga mata uang telah terlalu murah sehingga penjual tidak mungkin lagi menjual mata uang yang dimilikinya karena harganya terlalu murah untuk dijual. Dengan demikian sebuah mata uang yang sedang mengalami penurunan dan kemudian memasuki area jenuh jualnya maka tidak lama lagi nilai tukar mata uang tersebut akan segera berhenti turun dan akan kembali mengalami kenaikan.
Area jenuh beli dan jenuh jual inilah yang diukur oleh Williams R. Caranya adalah dengan membandinkan waktu penutupan terakhir dengan harga tertinggi dikurangi harga terrendah pada periode yang diinginkan.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:
Williams_R_i.jpg
Nah pertanyaan berikutnya adalah dimanakah area jenuh beli dan jenuh jual menurut Williams R
Apabila Anda pernah mempelajari indikator jenuh beli-jenuh jual lainnya seperti RSI, maka kami rasa Williams R tidaklah sulit untuk Anda interpretasikan. Pembacaan Williams R sama persis dengan RSI. Bedanya adalah Williams R berada pada rentang 0 hingga -100.
Bila Williams R merujuk angka -20 keatas (artinya 0 sampai -20) merupakan area jenuh beli dan sebaliknya -80 kebawah (-80 sampai -100) merupakan area jenuh jual. Area diantara kedua batas tersebut (-20 sampai -80) merupakan titik netral dimana harga masih memiliki kemungkinan untuk naik atau turun lebih lanjut. Titik tengah Williams R adalah -50.
Nah, mirip dengan RSI bukan?
Sekarang perhatikan gambar berikut dengan seksama:
Williams_R_ii.JPG
Dengan memperhatikan gambar diatas rasanya lebih dari cukup untuk membawa pengertian penggunaan indikator satu ini. Ada baiknya Anda membaca RSI terlebih dahulu untuk memperdalam penggunaan indikator yang bersifat oscillator seperti Williams R ini.
Kelebihan dan Kekurangan
Nah kita sampai pada bagian kelebihan dan kekurangan dari Williams R. Seperti pada indikator oscillator lainnya, Williams R memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama.
Kelebihan:
* Mudah dalam pembacaan
* Relatif lebih akurat dibandingkan RSI dikarenakan memang penciptaannya untuk menyempurnakan RSI.
* Dapat memprediksi pergerakan harga lebih cepat dibandingkan indikator yang bersifat trend (trend indicator)
Kekurangan:
* Seringkali menimbulkan false signal dikarenakan sifatnya yang terlalu sensitif (ditandai dengan kurva indikator yang terlihat keriting). Untuk itu disarankan untuk memperbesar periode Williams R menjadi 20 (default 14) atau menambahkan Moving Average pada Williams R.
* Williams R memiliki rentang yang terbatas. Adakalanya harga bergerak dalam kondisi yang sangat Bullish atau sangat Bearish. Dalam keadaan demikian Williams R tidak dapat lagi memberikan sinyal Open Buy dan Open Sell dikarenakan harga bergerak dalam satu arah dalam rentang yang lama. Untuk itu memang disarankan untuk menggunakan indikator trend untuk menjadi tandem Williams R seperti MACD atau MA.
Perlu dicatat disini bahwa rentang -20 dan -80 bukanlah rentang yang mutlak dalam penggunaan Williams R. Beberapa trader menggunakan batasan seperti -10 dan -90 untuk menjadi batas jenuh beli dan jenuh jualnya sama seperti RSI.
Nah kami rasa cukup sampai disini ulasan singkat mengenai Williams R. Kami persilakan Anda untuk mencoba indikator ini dalam demo trading yang telah disediakan.
Moving Average
Merupakan indikator yang paling sering digunakan dan paling standar. Jika di Indonesiakan artinya kira-kira adalah rata-rata bergerak. Moving average sendiri memiliki aplikasi yang sangat luas meskipun sederhana. Dikatakan sederhana karena pada dasarnya metode ini hanyalah pengembangan dari metode rata-rata yang biasa kita kenal di sekolah (nah, ada gunanya juga bukan kita bersekolah?).
Moving average mempunyai tiga varian yang berbeda yaitu Simple Moving Average, Weighted Moving Average dan Exponential Moving Average. Masing-masing merupakan metode rata-rata bergerak, hanya saja cara me-rata-ratakannya yang berbeda satu sama lain.
A. Simple Moving Average (SMA)
Jika saya mempunyai data 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29 dan 30. Kemudian saya akan menerapkan metode SMA dengan 3 periode dan 4 periode maka hasilnya akan seperti ini:
Sampel SMA 3 periode
SMA 4 periode
23 - -
24 - -
25 = (23+24+25)/3 = 24 -
26 = (24+25+26)/3 = 25 (23+24+25+26)/4 = 24.5
27 = (25+26+27)/3 = 26 (24+25+26+27)/4 = 25.5
28 = (26+27+28)/3 = 27 (25+26+27+28)/4 = 26.5
29 = (27+28+29)/3 = 28 (26+27+28+29)/4 = 27.5
30 = (28+29+30)/3 = 29 (27+28+29+30)/4 = 28.5
Perhatikan gambar Simple Moving Average dengan periode 10 berikut:
Aplikasi SMA
Ada beberapa kegunaan dari SMA. Secara garis besar dapat digunakan untuk hal-hal berikut:
1. Menentukan trend yang akan terjadi.
2. Menentukan titik support dan resistance.
3. Memuluskan indikator lain yang terlalu bergerigi.
Pada bagian ini saya akan membahas mengenai menentukan trend dengan memakai SMA. Menentukan titik resistance dan support serta memuluskan indikator saya bahas pada bagian lainnya dari CD ini (pasti saya bahas kok…., jangan khawatir.)
Nah,untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan lagi grafik SMA barusan:
Apakah Anda melihat sesuatu dari grafik ini (ayolah, sedikit lebih cerdas lagi…...). Ya Benar! Disini dapat kita lihat bahwa apabila harga bergerak naik, SMA berada dibawah dari candlestick dan sebaliknya bila harga bergerak turun maka SMA berada diatas candlestick. Tentu saja penerapan periode yang tepat amat membantu disini. Apabila terjadi crossing antara harga dengan SMA, dapat kita ketahui bahwa akan terjadi perubahan arah trend.
Nah, bagaimana kalau kita menggunakan dua buah SMA dengan dua periode yang berbeda? Hmm.. sangat menarik. Kita akan segera tahu bagaimana hasilnya:
Lebih memudahkan bukan? Dengan penggunaan dua SMA dengan dua periode yang berbeda kita dapat lebih akurat lagi memprediksikan kemana harga akan bergerak. Apabila telah terjadi perpotongan antara harga dengan kedua SMA maka akan dipastikan harga kan berubah arahnya. Dengan demikian kita memiliki tiga buah perpotongan garis yaitu perpotongan antara SMA 20 dan SMA 40 dan perpotongan SMA 20 dengan harga serta perpotongan SMA 40 dengan harga. Dapat kita catat bahwa apabila rentang antara kedua SMA semakin besar maka kemungkinan trend akan terus berlangsung dan bila mulai terjadi penyempitan jarak diantara keduanya dan sampai terjadi perpotongan kebali, bisa disimpulkan bahwa trend sudah berakhir. Mudah bukan?
Lalu bagai mana dengan periode? Sayangnya sampai saat ini belum ada aturan pencarian periode yang tepat untuk dipakai. Memang perlu banyak-benyak berlatih dan mencoba (trial and error). Perlu Anda catat bahwa penggunaan periode dapat berubah-ubah menurut kebutuhan meskipun pada pair yang sama karena memang kondisi sebuah mata uang adalah dinamis dari waktu kewaktu.
Nah, saya sarikan penggunaan SMA untuk membaca trend dalam bentuk tabel sbb:
No Posisi SMA Arti
1 SMA berada dibawah harga. Kondisi bullish / trend naik.
2 SMA berada diatas harga. Kondisi bearish / trend menurun.
3 SMA memotong harga dari bawah. Perubahan trend menuu bearish.
4 SMA memotong harga dari atas. Perubahan trend menuju bullish.
5
SMA periode lebih pendek memotong
SMA periode lebih panjang dari bawah.
Perubahan trend menuju bearish.
6 SMA periode lebih pendek memotong
SMA periode lebih panjang dari atas.
Perubahan trend menuju bullish.
7 SMA dengan periode lebih panjang berada diatas
SMA berperiode lebih pendek.
Kondisi bearish / trend menurun.
8 SMA dengan periode lebih panjang berada dibawah
SMA berperiode lebih pendek.
Kondisi bullish / trend naik
MA dapat digunakan untuk menentukan arah trend, untuk menentukan proteksi, untuk masuk atau keluar (entry maupun exit) untuk meratakan (smoothing) gerakan-gerakan harga yang terlalu kasar, untuk sinyal konfirmasi dengan menggunakannya sebagai sinyal CrossOver,dsb.
Fungsi MA adalah meratakan gerakan pasar yang fluktuatif dan mengidentifikasikan arah pergerakan harga, juga dengan MA bisa menunjukan kekuatan trend dari kecuraman dari sudut garisnya.
Jenis-jenis Moving Average yang lain akan dibahas pada artikel terpisah
1. Simple Moving Average
SMA dihitung dengan cara menambahkan harga yang akan dihitung kemudian dibagi dengan periode lama waktunya. Harga yang dihitung biasanya adalah harga Close. Tapi bisa juga harga High, Low, atau rata-rata dari ketiganya.
2. Weighted (WMA), Exponential (EMA) dan Triangular MA
Beberapa trader beranggapan bahwa harga yang terakhir adalah lebih penting daripada harga yang lebih lama. Sehingga naik/turunnya MA itu, karena pengaruh harga terakhir bukan karena pengaruh data beberapa periode yang lalu. Sehingga harga yang terakhir diberi pemberat berupa bilangan bulat yang dikalikan kepada harga terakhir. Jika pemberat tersebut linier maka disebutlah WMA dan bila berbentuk exponensial disebut EMA. Sedang untuki Triangular MA, penekanan pemberatnya ada pada tengah-tengah periode.
3. Variabel MA dan Time Series MA.
Variable MA adalah EMA yang parameternya dapat berubah (Adaptif) berdasarkan volatilitas dari data. Sedang Time Series MA dihitung berdasarkan teknik linier regresi.
Tips 1
Timing entry dengan menggunakan Single Moving Average (SMA, WMA, EMA) adalah : Buy bila harga (umumnya Close) diatas rata-rata, Sell bila harga dibawah rata-rata.
Tips 2
Single Moving Average sering digunakan sebagai trend filter juga. Yaitu bila harga diatas rata-rata, maka ambillah posisi buy tapi gunakan indicator lain untuk Entry demikian untuk sebaliknya.
Moving average mempunyai tiga varian yang berbeda yaitu Simple Moving Average, Weighted Moving Average dan Exponential Moving Average. Masing-masing merupakan metode rata-rata bergerak, hanya saja cara me-rata-ratakannya yang berbeda satu sama lain.
A. Simple Moving Average (SMA)
Jika saya mempunyai data 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29 dan 30. Kemudian saya akan menerapkan metode SMA dengan 3 periode dan 4 periode maka hasilnya akan seperti ini:
Sampel SMA 3 periode
SMA 4 periode
23 - -
24 - -
25 = (23+24+25)/3 = 24 -
26 = (24+25+26)/3 = 25 (23+24+25+26)/4 = 24.5
27 = (25+26+27)/3 = 26 (24+25+26+27)/4 = 25.5
28 = (26+27+28)/3 = 27 (25+26+27+28)/4 = 26.5
29 = (27+28+29)/3 = 28 (26+27+28+29)/4 = 27.5
30 = (28+29+30)/3 = 29 (27+28+29+30)/4 = 28.5
Perhatikan gambar Simple Moving Average dengan periode 10 berikut:
Aplikasi SMA
Ada beberapa kegunaan dari SMA. Secara garis besar dapat digunakan untuk hal-hal berikut:
1. Menentukan trend yang akan terjadi.
2. Menentukan titik support dan resistance.
3. Memuluskan indikator lain yang terlalu bergerigi.
Pada bagian ini saya akan membahas mengenai menentukan trend dengan memakai SMA. Menentukan titik resistance dan support serta memuluskan indikator saya bahas pada bagian lainnya dari CD ini (pasti saya bahas kok…., jangan khawatir.)
Nah,untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan lagi grafik SMA barusan:
Apakah Anda melihat sesuatu dari grafik ini (ayolah, sedikit lebih cerdas lagi…...). Ya Benar! Disini dapat kita lihat bahwa apabila harga bergerak naik, SMA berada dibawah dari candlestick dan sebaliknya bila harga bergerak turun maka SMA berada diatas candlestick. Tentu saja penerapan periode yang tepat amat membantu disini. Apabila terjadi crossing antara harga dengan SMA, dapat kita ketahui bahwa akan terjadi perubahan arah trend.
Nah, bagaimana kalau kita menggunakan dua buah SMA dengan dua periode yang berbeda? Hmm.. sangat menarik. Kita akan segera tahu bagaimana hasilnya:
Lebih memudahkan bukan? Dengan penggunaan dua SMA dengan dua periode yang berbeda kita dapat lebih akurat lagi memprediksikan kemana harga akan bergerak. Apabila telah terjadi perpotongan antara harga dengan kedua SMA maka akan dipastikan harga kan berubah arahnya. Dengan demikian kita memiliki tiga buah perpotongan garis yaitu perpotongan antara SMA 20 dan SMA 40 dan perpotongan SMA 20 dengan harga serta perpotongan SMA 40 dengan harga. Dapat kita catat bahwa apabila rentang antara kedua SMA semakin besar maka kemungkinan trend akan terus berlangsung dan bila mulai terjadi penyempitan jarak diantara keduanya dan sampai terjadi perpotongan kebali, bisa disimpulkan bahwa trend sudah berakhir. Mudah bukan?
Lalu bagai mana dengan periode? Sayangnya sampai saat ini belum ada aturan pencarian periode yang tepat untuk dipakai. Memang perlu banyak-benyak berlatih dan mencoba (trial and error). Perlu Anda catat bahwa penggunaan periode dapat berubah-ubah menurut kebutuhan meskipun pada pair yang sama karena memang kondisi sebuah mata uang adalah dinamis dari waktu kewaktu.
Nah, saya sarikan penggunaan SMA untuk membaca trend dalam bentuk tabel sbb:
No Posisi SMA Arti
1 SMA berada dibawah harga. Kondisi bullish / trend naik.
2 SMA berada diatas harga. Kondisi bearish / trend menurun.
3 SMA memotong harga dari bawah. Perubahan trend menuu bearish.
4 SMA memotong harga dari atas. Perubahan trend menuju bullish.
5
SMA periode lebih pendek memotong
SMA periode lebih panjang dari bawah.
Perubahan trend menuju bearish.
6 SMA periode lebih pendek memotong
SMA periode lebih panjang dari atas.
Perubahan trend menuju bullish.
7 SMA dengan periode lebih panjang berada diatas
SMA berperiode lebih pendek.
Kondisi bearish / trend menurun.
8 SMA dengan periode lebih panjang berada dibawah
SMA berperiode lebih pendek.
Kondisi bullish / trend naik
MA dapat digunakan untuk menentukan arah trend, untuk menentukan proteksi, untuk masuk atau keluar (entry maupun exit) untuk meratakan (smoothing) gerakan-gerakan harga yang terlalu kasar, untuk sinyal konfirmasi dengan menggunakannya sebagai sinyal CrossOver,dsb.
Fungsi MA adalah meratakan gerakan pasar yang fluktuatif dan mengidentifikasikan arah pergerakan harga, juga dengan MA bisa menunjukan kekuatan trend dari kecuraman dari sudut garisnya.
Jenis-jenis Moving Average yang lain akan dibahas pada artikel terpisah
1. Simple Moving Average
SMA dihitung dengan cara menambahkan harga yang akan dihitung kemudian dibagi dengan periode lama waktunya. Harga yang dihitung biasanya adalah harga Close. Tapi bisa juga harga High, Low, atau rata-rata dari ketiganya.
2. Weighted (WMA), Exponential (EMA) dan Triangular MA
Beberapa trader beranggapan bahwa harga yang terakhir adalah lebih penting daripada harga yang lebih lama. Sehingga naik/turunnya MA itu, karena pengaruh harga terakhir bukan karena pengaruh data beberapa periode yang lalu. Sehingga harga yang terakhir diberi pemberat berupa bilangan bulat yang dikalikan kepada harga terakhir. Jika pemberat tersebut linier maka disebutlah WMA dan bila berbentuk exponensial disebut EMA. Sedang untuki Triangular MA, penekanan pemberatnya ada pada tengah-tengah periode.
3. Variabel MA dan Time Series MA.
Variable MA adalah EMA yang parameternya dapat berubah (Adaptif) berdasarkan volatilitas dari data. Sedang Time Series MA dihitung berdasarkan teknik linier regresi.
Tips 1
Timing entry dengan menggunakan Single Moving Average (SMA, WMA, EMA) adalah : Buy bila harga (umumnya Close) diatas rata-rata, Sell bila harga dibawah rata-rata.
Tips 2
Single Moving Average sering digunakan sebagai trend filter juga. Yaitu bila harga diatas rata-rata, maka ambillah posisi buy tapi gunakan indicator lain untuk Entry demikian untuk sebaliknya.
Commodity Channel Index
Commodity Channel Index atau lebih sering disebut dengan CCI, pertama kali diperkenalkan oleh Donald Lambert pada sebuah artikel yang dipublikasikan pada tahun 1980. Lambert pada dasarnya adalah trader komoditi.
Pada awalnya indikator ini digunakan untuk mengetahui daerah jenuh beli dan jenuh jual pada pasar komoditi. Namun seiring berkembangnya waktu, indikator ini pun dipergunakan pada pasar finansial lainnya, termasuk forex.
FORMULA :
formula.gif
TP = (High + Low + Close) / 3
D = TP – SMA(TP,N)
SMA = Simple Moving Average
N = Periode
Tidak semua platform menyediakan indikator CCI. Meta Trader 4 merupakan salah satu platform yang menyediakan indikator ini
cci2.gif
Gambar 1 Tampilan CCI & Grafik EUR/USD
Grafik di sebelah bawah merupakan grafik CCI. Seperti kita lihat bersama, pada indikator CCI terdapat 3 area, yaitu:
1. DAERAH JENUH BELI (di atas 100)
Pada saat grafik berada di daerah jenuh beli (di atas 100) merupakan saat yang tepat untuk melakukan aksi SELL / JUAL. Hal ini didasarkan karena harga tersebut tidak akan bergerak lebih tinggi lagi. Sehingga pergerakan harga akan lebih pasti, yaitu bergerak ke bawah.
2. DAERAH JENUH JUAL (di bawah -100)
Pada saat grafik berada di daerah jenuh jual (di bawah -100) merupakan saat yang tepat untuk melakukan aksi BUY / BELI. Hal ini didasarkan karena harga tersebut tidak akan bergerak lebih rendah lagi. Sehingga pergerakan harga akan lebih pasti, yaitu bergerak ke atas.
3. DAERAH TENGAH (di antara 100 dan -100).
Daerah tengah merupakan waktu yang TIDAK TEPAT untuk melakukan buka posisi. Hal ini dikarenakan karena kita akan lebih sulit memprediksi harga akan NAIK atau TURUN.
Stochastic Oscillator, RSI, dan CCI?
3 poin di atas merupakan keyword dari cara penggunaan CCI pada saat Anda bertrading. Namun, pertanyaannya sekarang apa yang membedakan antara Stochastic Oscillator, RSI, dan CCI. Seperti yang kita ketahui ketiga indikator ini memiliki fungsi yang sama, yaitu menentukan batas daerah jenuh jual dan jenuh beli. Walaupun terkadang, dalam penggunaannya RSI, CCI, dan Stochastic Oscillator tidak selalu sejalan. Maksudnya adalah ada waktu dimana RSI bisa saja berada pada daerah normal (bukan jenuh beli dan jenuh jual) tetapi CCI memberi sinyal harga sedang berada di daerah jenuh beli. Dari segi fungsi dan penggunaan, RSI, CCI, dan Stochastic Oscillator tidak ada perbedaan. Hanya saja yang selama ini lebih dikenal adalah RSI dan Stochastic Oscillator.
Kelemahan CCI?
Seperti terlihat di DAERAH TENGAH yang ditandai dengan bulatan berwarna biru. Nah, apa yang terjadi? Ternyata setelah harga naik sedikit saja dari daerah jenuh jual ke daerah tengah, harga kembali turun ke daerah jenuh jual. Hal ini mengisyaratkan bahwa indikator ini juga tidak memberikan kepastian 100%.
Belajarforex says:
Untuk dapat menghasilkan sistem trading yang maksimum, kami sarankan untuk menggunakan minimal 2 indikator yang berfungsi untuk mendeteksi daerah jenuh beli dan jenuh jual. Misalkan CCI dan Stocastic Oscilator. Lalu kita mengambil tindakan OPEN BUY pada saat kedua indikator tersebut berada di daerah JENUH JUAL. Lalu kita mengambil tindakan OPEN SELL pada saat kedua indikator tersebut berada di daerah JENUH BELI. Apabila kedua indakator tersebut saling berlawanan dalam memberi sinyal, sebaiknya Anda wait and see saja.
Pada awalnya indikator ini digunakan untuk mengetahui daerah jenuh beli dan jenuh jual pada pasar komoditi. Namun seiring berkembangnya waktu, indikator ini pun dipergunakan pada pasar finansial lainnya, termasuk forex.
FORMULA :
formula.gif
TP = (High + Low + Close) / 3
D = TP – SMA(TP,N)
SMA = Simple Moving Average
N = Periode
Tidak semua platform menyediakan indikator CCI. Meta Trader 4 merupakan salah satu platform yang menyediakan indikator ini
cci2.gif
Gambar 1 Tampilan CCI & Grafik EUR/USD
Grafik di sebelah bawah merupakan grafik CCI. Seperti kita lihat bersama, pada indikator CCI terdapat 3 area, yaitu:
1. DAERAH JENUH BELI (di atas 100)
Pada saat grafik berada di daerah jenuh beli (di atas 100) merupakan saat yang tepat untuk melakukan aksi SELL / JUAL. Hal ini didasarkan karena harga tersebut tidak akan bergerak lebih tinggi lagi. Sehingga pergerakan harga akan lebih pasti, yaitu bergerak ke bawah.
2. DAERAH JENUH JUAL (di bawah -100)
Pada saat grafik berada di daerah jenuh jual (di bawah -100) merupakan saat yang tepat untuk melakukan aksi BUY / BELI. Hal ini didasarkan karena harga tersebut tidak akan bergerak lebih rendah lagi. Sehingga pergerakan harga akan lebih pasti, yaitu bergerak ke atas.
3. DAERAH TENGAH (di antara 100 dan -100).
Daerah tengah merupakan waktu yang TIDAK TEPAT untuk melakukan buka posisi. Hal ini dikarenakan karena kita akan lebih sulit memprediksi harga akan NAIK atau TURUN.
Stochastic Oscillator, RSI, dan CCI?
3 poin di atas merupakan keyword dari cara penggunaan CCI pada saat Anda bertrading. Namun, pertanyaannya sekarang apa yang membedakan antara Stochastic Oscillator, RSI, dan CCI. Seperti yang kita ketahui ketiga indikator ini memiliki fungsi yang sama, yaitu menentukan batas daerah jenuh jual dan jenuh beli. Walaupun terkadang, dalam penggunaannya RSI, CCI, dan Stochastic Oscillator tidak selalu sejalan. Maksudnya adalah ada waktu dimana RSI bisa saja berada pada daerah normal (bukan jenuh beli dan jenuh jual) tetapi CCI memberi sinyal harga sedang berada di daerah jenuh beli. Dari segi fungsi dan penggunaan, RSI, CCI, dan Stochastic Oscillator tidak ada perbedaan. Hanya saja yang selama ini lebih dikenal adalah RSI dan Stochastic Oscillator.
Kelemahan CCI?
Seperti terlihat di DAERAH TENGAH yang ditandai dengan bulatan berwarna biru. Nah, apa yang terjadi? Ternyata setelah harga naik sedikit saja dari daerah jenuh jual ke daerah tengah, harga kembali turun ke daerah jenuh jual. Hal ini mengisyaratkan bahwa indikator ini juga tidak memberikan kepastian 100%.
Belajarforex says:
Untuk dapat menghasilkan sistem trading yang maksimum, kami sarankan untuk menggunakan minimal 2 indikator yang berfungsi untuk mendeteksi daerah jenuh beli dan jenuh jual. Misalkan CCI dan Stocastic Oscilator. Lalu kita mengambil tindakan OPEN BUY pada saat kedua indikator tersebut berada di daerah JENUH JUAL. Lalu kita mengambil tindakan OPEN SELL pada saat kedua indikator tersebut berada di daerah JENUH BELI. Apabila kedua indakator tersebut saling berlawanan dalam memberi sinyal, sebaiknya Anda wait and see saja.
Guppy MA
ndikator ini dikembangkan pertama kali ditemukan oleh Daryl Guppy yang merupakan pendiri dan Direktur dari Guppytraders.com Pty Ltd.. Saat ini dia merupakan trader aktif yang mentradingkan berbagai produk berjangka. Buku terkenalnya adalah "The 36 Strategies of the Chinese For Financial Traders, Share Trading and Trading Tactics, Bear Trading, Chart Trading, Trading Asian Shares" (dicetak dalam bahasa mandarin).
Pada awal tahun 2008 ini dia juga menerbitkan buku "Snapshot Trading" (juga dalam bahasa Mandarin). Bukunya yang berjudul Trend Trading menjadi best seller yang dipublikasikan di Beijing.
Ia mengembangkan indikator Guppy Multiple Moving Average dengan Metastock, Omnitrader dan berbagai program grafik lainnya. Ia juga menyampaikan kursus terakreditasi analisa teknikal Singapore Stock Exchange and Society of Remisiers, di Singapura. Dia juga merupakan anggota kehormatan dari Australian Government Shareholders and Investors Advisory Council. Secara rutin ia juga menyampaikan komentar dan analisa pada acaea CNBC yang bertajuk CNBC Asia Squawk Box.
Ia juga menjadi kontributor(penulis) untuk majalah Sydney Futures Exchange magazine, Your Trading Edge, Technical Analysis of Stocks and Commodities, Active Trader, Working Money, Bridge Trader, Australia's Shares and Personal Investment, Singapore's Smart Investor, The Edge, dan Personal Money di Malaysia.
Guppy Multiple Moving Average (GMMA)
Indikator Guppy Multiple Moving Average (GMMA) adalah sebuah perangkat indikator yang menghitung hubungan antara setiap Moving Average. Setiap grup MA dalam GMMA akan menghasilkan dua buah kekuatan besar dari market yaitu trader dan investor. Indikator ini memberi gambaran pada kita tentang hubungan tepat antara metodologi trading dengan GMMA. Indikator ini didesain untuk menjelaskan aktifitas trend harian atau basis intraday(trading selama beberapa jam).
Grup Moving Averages yang digunakan adalah Moving Averages dalam jangka pendek. Trader selalu melihat perubahan dari trend ini. Kelompok MA itu adalah 3, 5, 8, 10, 12 dan 15.
Grup Moving Averages dibuat untuk menentukan trend. Jika tidak ada trend, maka indikator ini menjadi tidak berfungsi. Artikel Guppy MA direlease pertama kali pada artikel Trend Trading (tanggal 4 April) oleh Daryl Guppy.
Trader akan masuk market saat ada perubahan dalam Moving Average. Mereka selalu menganstisipasi adanya perubahan trend. Trend yang kuat akan sangat membantu bagi para investor jangka panjang. Para investor lebih suka menggunakan indikator Moving Averages untuk jangka panjang.
guppychart.jpg
Aplikasi
Secara alami indikator ini digunakan untuk mengukur trend. Indikator ini dapat diterapkan pada trading jangka panjang dan trading harian. Secara singkat untuk menampilkan indikator Guppy adalah dengan menggabungkan dalam grafik MA Anda periode : 3, 5, 8, 10, 12 dan 15 (untuk Guppy jangka pendek) dan MA 30, 35, 40, 45, 50 and 60 (untuk Guppy jangka panjang).
Ada tiga hubungan dalam Guppy yaitu :
1. Karakter untuk trend jangka panjang.
2. Karakter untuk trend jangka pendek.
3. Hubungan untuk kedua trend.
Trend jangka panjang merupakan suatu hal yang penting dan tidak akan berguna tanpa pemahaman dari si trader. Kuatnya trend jangka panjang menandakan kuatnya pemahaman dari trader jangka panjang akan tentang trend yang saat ini berlaku. Jika grup ini terpecah, naik keatas dan pararel maka menandakan trend ini sangat kuat pengaruhnya. Ini mengurangi terjadinya perubahan trend secara tiba-tiba.
Guppy dengan karakter untuk trend jangka pendek cocok bagi trader tipe rebound atau mundurnya harga secara tiba-tiba.
Yang terakhir adalah hubungan antara kedua grup. Metode ini tidak akan pernah untuk terancam. Metode ini dinilai paling aman untuk kita gunakan dalam bertrading.
Formula
MA yang sering dipakai dalam Guppy adalah : 3, 5, 8, 10, 12 dan 15 (untuk Guppy jangka pendek) dan 30, 35, 40, 45, 50 and 60 (untuk Guppy jangka panjang).
Untuk pembahasan MA, kita dapat membuka link sbb :
http://belajarforex.com/analisa-teknikal/moving-average.html
Fungsi
Dapat disimpulkan fungsi dari Guppy MA adalah melihat trend. Tergantung dari diri kita, mau bertrading jangka pendek atau jangka panjang, kita dapat mengambil peluang untuk mendapatkan keuntungan.
Taktik
Berikut ini adalah beberapa taktik atau filosofi penggunaan indicator Guppy :
* Gabungkan trend harga dengan titik terendah harga.
* Gabungkan trend harga dengan titik tertinggi harga.
* Bertradinglah saat harga mengalami kenaikan dan penurunan yang begitu cepat.
* Bertradinglah saat harga mengalami kenaikan dan penurunan yang begitu cepat saat ada perubahan trend.
grafikguppy.jpg
Keunggulan
1. Dapat mengukur trend secara umum.
2. Mengetahui kekuatan suatu trend.
3. Efektif dalam mengukur perubahan harga saat naik atau turun.
Kelemahan
Tidak dapat dipadukan dengan moving average karena fungsinya sama yaitu untuk mengukur trend.
Belajarforex Says
Berdasarkan fungsinya, indicator ini dapat menambah pengetahuan kita mengenai pengukur trend. Mohon maaf, indicator ini tidak ada di Metatrader ataupun Netdania. Melalui pembahasan diatas, kita dapat mengetahui proses Moving Average dalam keseharian trading kita.
Related Link
http://investornet.blogspot.com/2008/07/profile-daryl-guppy.html
http://www.moneybags.com.au/article.asp?id=174&a=0
http://www.asx.com.au/resources/newsletters/investor_update/20041214_ReadingaTrend.htm
Pada awal tahun 2008 ini dia juga menerbitkan buku "Snapshot Trading" (juga dalam bahasa Mandarin). Bukunya yang berjudul Trend Trading menjadi best seller yang dipublikasikan di Beijing.
Ia mengembangkan indikator Guppy Multiple Moving Average dengan Metastock, Omnitrader dan berbagai program grafik lainnya. Ia juga menyampaikan kursus terakreditasi analisa teknikal Singapore Stock Exchange and Society of Remisiers, di Singapura. Dia juga merupakan anggota kehormatan dari Australian Government Shareholders and Investors Advisory Council. Secara rutin ia juga menyampaikan komentar dan analisa pada acaea CNBC yang bertajuk CNBC Asia Squawk Box.
Ia juga menjadi kontributor(penulis) untuk majalah Sydney Futures Exchange magazine, Your Trading Edge, Technical Analysis of Stocks and Commodities, Active Trader, Working Money, Bridge Trader, Australia's Shares and Personal Investment, Singapore's Smart Investor, The Edge, dan Personal Money di Malaysia.
Guppy Multiple Moving Average (GMMA)
Indikator Guppy Multiple Moving Average (GMMA) adalah sebuah perangkat indikator yang menghitung hubungan antara setiap Moving Average. Setiap grup MA dalam GMMA akan menghasilkan dua buah kekuatan besar dari market yaitu trader dan investor. Indikator ini memberi gambaran pada kita tentang hubungan tepat antara metodologi trading dengan GMMA. Indikator ini didesain untuk menjelaskan aktifitas trend harian atau basis intraday(trading selama beberapa jam).
Grup Moving Averages yang digunakan adalah Moving Averages dalam jangka pendek. Trader selalu melihat perubahan dari trend ini. Kelompok MA itu adalah 3, 5, 8, 10, 12 dan 15.
Grup Moving Averages dibuat untuk menentukan trend. Jika tidak ada trend, maka indikator ini menjadi tidak berfungsi. Artikel Guppy MA direlease pertama kali pada artikel Trend Trading (tanggal 4 April) oleh Daryl Guppy.
Trader akan masuk market saat ada perubahan dalam Moving Average. Mereka selalu menganstisipasi adanya perubahan trend. Trend yang kuat akan sangat membantu bagi para investor jangka panjang. Para investor lebih suka menggunakan indikator Moving Averages untuk jangka panjang.
guppychart.jpg
Aplikasi
Secara alami indikator ini digunakan untuk mengukur trend. Indikator ini dapat diterapkan pada trading jangka panjang dan trading harian. Secara singkat untuk menampilkan indikator Guppy adalah dengan menggabungkan dalam grafik MA Anda periode : 3, 5, 8, 10, 12 dan 15 (untuk Guppy jangka pendek) dan MA 30, 35, 40, 45, 50 and 60 (untuk Guppy jangka panjang).
Ada tiga hubungan dalam Guppy yaitu :
1. Karakter untuk trend jangka panjang.
2. Karakter untuk trend jangka pendek.
3. Hubungan untuk kedua trend.
Trend jangka panjang merupakan suatu hal yang penting dan tidak akan berguna tanpa pemahaman dari si trader. Kuatnya trend jangka panjang menandakan kuatnya pemahaman dari trader jangka panjang akan tentang trend yang saat ini berlaku. Jika grup ini terpecah, naik keatas dan pararel maka menandakan trend ini sangat kuat pengaruhnya. Ini mengurangi terjadinya perubahan trend secara tiba-tiba.
Guppy dengan karakter untuk trend jangka pendek cocok bagi trader tipe rebound atau mundurnya harga secara tiba-tiba.
Yang terakhir adalah hubungan antara kedua grup. Metode ini tidak akan pernah untuk terancam. Metode ini dinilai paling aman untuk kita gunakan dalam bertrading.
Formula
MA yang sering dipakai dalam Guppy adalah : 3, 5, 8, 10, 12 dan 15 (untuk Guppy jangka pendek) dan 30, 35, 40, 45, 50 and 60 (untuk Guppy jangka panjang).
Untuk pembahasan MA, kita dapat membuka link sbb :
http://belajarforex.com/analisa-teknikal/moving-average.html
Fungsi
Dapat disimpulkan fungsi dari Guppy MA adalah melihat trend. Tergantung dari diri kita, mau bertrading jangka pendek atau jangka panjang, kita dapat mengambil peluang untuk mendapatkan keuntungan.
Taktik
Berikut ini adalah beberapa taktik atau filosofi penggunaan indicator Guppy :
* Gabungkan trend harga dengan titik terendah harga.
* Gabungkan trend harga dengan titik tertinggi harga.
* Bertradinglah saat harga mengalami kenaikan dan penurunan yang begitu cepat.
* Bertradinglah saat harga mengalami kenaikan dan penurunan yang begitu cepat saat ada perubahan trend.
grafikguppy.jpg
Keunggulan
1. Dapat mengukur trend secara umum.
2. Mengetahui kekuatan suatu trend.
3. Efektif dalam mengukur perubahan harga saat naik atau turun.
Kelemahan
Tidak dapat dipadukan dengan moving average karena fungsinya sama yaitu untuk mengukur trend.
Belajarforex Says
Berdasarkan fungsinya, indicator ini dapat menambah pengetahuan kita mengenai pengukur trend. Mohon maaf, indicator ini tidak ada di Metatrader ataupun Netdania. Melalui pembahasan diatas, kita dapat mengetahui proses Moving Average dalam keseharian trading kita.
Related Link
http://investornet.blogspot.com/2008/07/profile-daryl-guppy.html
http://www.moneybags.com.au/article.asp?id=174&a=0
http://www.asx.com.au/resources/newsletters/investor_update/20041214_ReadingaTrend.htm
Indikator Alligator
Bill Williams adalah seorang pakar teknikal/chartis yang mengembangkan konsep ChaosTheory dan efek istimewa yang terjadi di dalam pasar/market. Bill William berpendapat bahwa salah satu tips sukses trading Forex adalah mengetahui bagaimana pergerakan harga investasi, baik forex, komoditi, index, saham, dll secara acak. Apakah Anda mengetahui secara penuh mengenai teknikal atau Fundamental Analisis ? Hal itu tidak berpengaruh banyak terhadap tujuan Anda bertrading yaitu profit dan konsisten. Bill juga mengatakan bahwa banyak trader yang rugi lebih disebabkan karena mereka mengandalkan tipe analisis yang berbeda-beda yang tidak mengena pada market saat ini yang bergerak dinamis non linear.
Lanjutnya, trading adalah sebuah permainan psikologi, harusnya setiap trader atau investor harus menemukan gaya tradingnya masing-masing. Dengan demikian ada dua(2) aspek sebelum memulai Trading : mengenal diri sendiri dan memahami struktur pasar dengan benar. Bill Williams mengatakan bahwa dimensi pasar terdiri dari :
* Fractal (phase space)
* Momentum (phase energy) - Awesome Oscillator
* Acceleration / Deceleration (phase force)
* Zone (phase energy / force combination)
* Balance Line (strange attractors)
Tips trading dari Bill adalah SEBELUM ada sinyal dimensi pertama "fractal" muncul, semua sinyal dimensi lain (AO, AC, Zone, BL) belum valid.
Setelah sinyal fractal sudah muncul, maka apabila muncul sinyal dari dimensi lain, lakukan penambahan trade (add on trades) pada arah sinyal fractal. Misal, sinyal fractal sudah terbentuk, maka si trader boleh mengambil atau membuka posisi berdasar sinyal Fractal tersebut. Trader boleh mengambil posisi berdasar sinyal yang terbentuk oleh indikator dimensi lainnya.
Preview Alligator
Untuk menampilkan indikator Alligator, Anda dapat klik pada tanda plus Hijau, kanan no 3 atas. Atau Anda dapat memilih menu Insert, Indicators, pilih Alligator, atau Insert, Indicators, Bill Williams, Alligator.
audusd---alligator.jpg
Parameter default dari Alligator & Why.
Parameter default dari Alligator adalah 13/8/5. Anda juga dapat menggunakan parameter 8/5/3 sebagai perbandingan. Kami melihat bahwa parameter 8/5/3 lebih tajam ketimbang 13/8/5.
Berikut adalah rumus dari indikator teknikal : Alligator.
Alligator's Jaw (the blue line) atau Rahang Alligator (yang ditunjukan oleh garis biru) adalah indikator Simple Moving Average periode 13 pada nilai midian (High+Low)/2 yang menunjukan prediksi harga sebanyak 8 batang di masa depan.
Alligator's Teeth (the red line) atau gigi Alligator (yang ditunjukan oleh garis merah) adalah indikator Simple Moving Average periode 8 pada nilai midian (High+Low)/2 yang menunjukan prediksi harga sebanyak 5 batang di masa depan.
Alligator's Lips (the green line) atau bibir Alligator (yang ditunjukan oleh garis merah) adalah indikator Simple Moving Average periode 5 pada nilai midian (High+Low)/2 yang menunjukan prediksi harga sebanyak 2 batang di masa depan.
Penggunaan indikator Alligator adalah untuk menentukan Trend bergerak Naik atau Turun. Sesuai dengan penjelasan Rahang, Gigi dan Bibir berurutan dan mengarah ke atas tanpa ada yang bersilangan maka Trend Naik, begitu pula sebaliknya. Intinya trend jangka pendek (periode 5) searah dengan trend jangka menengah (periode 8) dan juga searah dengan trend jangka panjang (periode 13).
Jadi sekali lagi garis masing-masing trend harus berurutan dan tidak bersilangan, sehingga membentuk seperti mulut buaya, entah ke atas (uptrend) atau ke bawah (downtrend).
Perbandingan Alligator dengan Moving Average
Secara umum pergerakan Alligator sama dengan pergerakan Moving Average. Berikut kami tampilkan Moving Average periode 10 & 20.
audusd---sma.jpg
Penjelasan tentang Moving Average dapat Anda jumpai pada link ini :
http://belajarforex.com/walking-lamb/6.-moving-average-ma.html
Alligator dengan Stokastic Oscillator
Alligator dapat dikombinasikan dengan Stokastic Oscillator. Fungsinya adalah kita dapat mengetahui sampai sejauh mana harga bergerak.
audusd---alligator-and-stok.jpg
Penjelasan tentang Stokastic Oscillator :
http://belajarforex.com/walking-lamb/9.-stochastic-oscillator.html
Lanjutnya, trading adalah sebuah permainan psikologi, harusnya setiap trader atau investor harus menemukan gaya tradingnya masing-masing. Dengan demikian ada dua(2) aspek sebelum memulai Trading : mengenal diri sendiri dan memahami struktur pasar dengan benar. Bill Williams mengatakan bahwa dimensi pasar terdiri dari :
* Fractal (phase space)
* Momentum (phase energy) - Awesome Oscillator
* Acceleration / Deceleration (phase force)
* Zone (phase energy / force combination)
* Balance Line (strange attractors)
Tips trading dari Bill adalah SEBELUM ada sinyal dimensi pertama "fractal" muncul, semua sinyal dimensi lain (AO, AC, Zone, BL) belum valid.
Setelah sinyal fractal sudah muncul, maka apabila muncul sinyal dari dimensi lain, lakukan penambahan trade (add on trades) pada arah sinyal fractal. Misal, sinyal fractal sudah terbentuk, maka si trader boleh mengambil atau membuka posisi berdasar sinyal Fractal tersebut. Trader boleh mengambil posisi berdasar sinyal yang terbentuk oleh indikator dimensi lainnya.
Preview Alligator
Untuk menampilkan indikator Alligator, Anda dapat klik pada tanda plus Hijau, kanan no 3 atas. Atau Anda dapat memilih menu Insert, Indicators, pilih Alligator, atau Insert, Indicators, Bill Williams, Alligator.
audusd---alligator.jpg
Parameter default dari Alligator & Why.
Parameter default dari Alligator adalah 13/8/5. Anda juga dapat menggunakan parameter 8/5/3 sebagai perbandingan. Kami melihat bahwa parameter 8/5/3 lebih tajam ketimbang 13/8/5.
Berikut adalah rumus dari indikator teknikal : Alligator.
Alligator's Jaw (the blue line) atau Rahang Alligator (yang ditunjukan oleh garis biru) adalah indikator Simple Moving Average periode 13 pada nilai midian (High+Low)/2 yang menunjukan prediksi harga sebanyak 8 batang di masa depan.
Alligator's Teeth (the red line) atau gigi Alligator (yang ditunjukan oleh garis merah) adalah indikator Simple Moving Average periode 8 pada nilai midian (High+Low)/2 yang menunjukan prediksi harga sebanyak 5 batang di masa depan.
Alligator's Lips (the green line) atau bibir Alligator (yang ditunjukan oleh garis merah) adalah indikator Simple Moving Average periode 5 pada nilai midian (High+Low)/2 yang menunjukan prediksi harga sebanyak 2 batang di masa depan.
Penggunaan indikator Alligator adalah untuk menentukan Trend bergerak Naik atau Turun. Sesuai dengan penjelasan Rahang, Gigi dan Bibir berurutan dan mengarah ke atas tanpa ada yang bersilangan maka Trend Naik, begitu pula sebaliknya. Intinya trend jangka pendek (periode 5) searah dengan trend jangka menengah (periode 8) dan juga searah dengan trend jangka panjang (periode 13).
Jadi sekali lagi garis masing-masing trend harus berurutan dan tidak bersilangan, sehingga membentuk seperti mulut buaya, entah ke atas (uptrend) atau ke bawah (downtrend).
Perbandingan Alligator dengan Moving Average
Secara umum pergerakan Alligator sama dengan pergerakan Moving Average. Berikut kami tampilkan Moving Average periode 10 & 20.
audusd---sma.jpg
Penjelasan tentang Moving Average dapat Anda jumpai pada link ini :
http://belajarforex.com/walking-lamb/6.-moving-average-ma.html
Alligator dengan Stokastic Oscillator
Alligator dapat dikombinasikan dengan Stokastic Oscillator. Fungsinya adalah kita dapat mengetahui sampai sejauh mana harga bergerak.
audusd---alligator-and-stok.jpg
Penjelasan tentang Stokastic Oscillator :
http://belajarforex.com/walking-lamb/9.-stochastic-oscillator.html
ATR-Average True Range
Average True Range dikembangkan oleh J. Welles Wilder dan pertama kali diperkenalkan pada bukunya, New Concepts in Technical Trading Systems (1978). Average True Range atau biasa disingkat ATR mengukur tingkat volatilitas sebuah chart. Dengan kata lain, indikator ini berguna sebagai pertanda terjadinya sebuah pergantian trend. Walaupun indikator ini disebut-sebut sebagai indikator yang cukup powerful, namun arah pergerakan dan durasi tidak dapat diprediksi dengan indikator ini.
FORMULA:
Average True Range merupakan rata-rata dari sejumlah True Range.
ATR periode 1 berarti True Range pada periode tersebut.
ATR periode 14 berarti rata-rata 14 True Range periode terakhir.
Begitu juga dengan periode 3, 4, 5, dst..
Nilai dari True Range sendiri adalah NILAI TERBESAR dari 3 nilai berikut ini:
A. Selisih dari harga tertinggi (high) dan terendah (low) saat ini
B. Selisih dari harga tertinggi (high) saat ini dengan harga penutupan sebelumnya (previous close)
C. Selisih dari harga terendah (low) saat ini dengan harga penutupan sebelumnya (previous close).
Perhatikan ilustrasi berikut ini:
tr.gif
Gambar 1 Tampilan Ilustrasi Perhitungan TR
Berikut adalah ATR dengan periode 14 (grafik bawah) dan ATR dengan periode 1 (grafik tengah)
atrganda.gif
Gambar 2 Tamilan ATR Periode 1 & 14
Periode panjang vs Periode pendek?
Sampai di sini saya harap Anda sudah mendapat gambaran yang lebih jelas perihal cara mendapatkan nilai-nilai ATR. Selajutnya, seperti gambar di atas, apa perbedaan ATR periode panjang (diwakilkan oleh periode 14) dengan periode pendek (diwakilkan oleh periode 1).
Karena nilai dari ATR berdasar pada konsep rata-rata, hal ini berdampak apabila periodenya semakin pendek maka sensitifitasnya akan semakin tinggi pula. Perhatikan gambar di atas! Pada saat harga jatuh cukup drastis, periode 1 langsung melonjak sangat curam ke atas sedangkan periode 14 lebih landai.
Intinya, periode pendek dapat membaca perubahan trend dengan lebih cepat, tetapi hal ini dapat memberi efek yang negatif juga. Karena sangat sensitifnya terhadap perubahan harga, periode pendek dapat memberi sinyal yang salah.
Periode panjang terbalik dengan yang periode pendek. Sensitifitasnya sangat lambat yang dapat berakibat pada terlambatnya proses buka dan tutup posisi. Namun, di lain pihak sinyal yang diberikannya lebih akurat.
Bagaimana sampai di sini? Masih bingung. Silahkan lanjutkan ke sisi praktis berikut. Pada contoh berikut saya akan menggunakan periode 1 agar Anda dapat lebih mudah mengerti dasar penggunaan ATR
atrtunggal.gif
Gambar 3 Tampilan ATR Periode 3
Ada 3 kondisi yang masing-masing telah ditandai dengan angka:
1. Apabila grafik ATR berada pada bagian atas seperti pada kondisi 1. hal ini berarti telah terjadi perubahan harga yang sangat drastis (tanpa peduli trend naik atau trend turun).
2. Apabila grafik ATR berada pada bagian tengah seperti pada kondisi 2. hal ini berarti telah terjadi perubahan harga yang tergolong medium.
3. Apabila grafik ATR berada pada bagian bawah seperti pada kondisi 3. Hal ini berarti harga sedang dalam kondisi sideways (tidak terjadi perubahan trend).
Kelemahan:
Karena fungsinya yang hanya sebagai penanda perubahan harga, kelemahannya yang paling utama adalah tidak memberikan informasi apakah yang terjadi trend naik dan trend turun. Indikator ini juga tergolong dalam lagging indikator (pengikut). Oleh karena itu, indikator ini sulit dijadikan alat prediksi.
Belajarforex says:
Karena ATR hanya berfungsi sebagai penanda perubahan harga (tidak bisa mengetahui apakah trend naik atau trend turun yang terjadi) dan merupakan lagging indikator (indikator pengikut), indikator ini perlu dilengkapi dengan indikator lain seperti stochastic oscillator yang berfungsi sebagai leading indikator(lebih bisa memprediksi harga ke depan) dan mampu memprediksi trend yang akan terjadi.
FORMULA:
Average True Range merupakan rata-rata dari sejumlah True Range.
ATR periode 1 berarti True Range pada periode tersebut.
ATR periode 14 berarti rata-rata 14 True Range periode terakhir.
Begitu juga dengan periode 3, 4, 5, dst..
Nilai dari True Range sendiri adalah NILAI TERBESAR dari 3 nilai berikut ini:
A. Selisih dari harga tertinggi (high) dan terendah (low) saat ini
B. Selisih dari harga tertinggi (high) saat ini dengan harga penutupan sebelumnya (previous close)
C. Selisih dari harga terendah (low) saat ini dengan harga penutupan sebelumnya (previous close).
Perhatikan ilustrasi berikut ini:
tr.gif
Gambar 1 Tampilan Ilustrasi Perhitungan TR
Berikut adalah ATR dengan periode 14 (grafik bawah) dan ATR dengan periode 1 (grafik tengah)
atrganda.gif
Gambar 2 Tamilan ATR Periode 1 & 14
Periode panjang vs Periode pendek?
Sampai di sini saya harap Anda sudah mendapat gambaran yang lebih jelas perihal cara mendapatkan nilai-nilai ATR. Selajutnya, seperti gambar di atas, apa perbedaan ATR periode panjang (diwakilkan oleh periode 14) dengan periode pendek (diwakilkan oleh periode 1).
Karena nilai dari ATR berdasar pada konsep rata-rata, hal ini berdampak apabila periodenya semakin pendek maka sensitifitasnya akan semakin tinggi pula. Perhatikan gambar di atas! Pada saat harga jatuh cukup drastis, periode 1 langsung melonjak sangat curam ke atas sedangkan periode 14 lebih landai.
Intinya, periode pendek dapat membaca perubahan trend dengan lebih cepat, tetapi hal ini dapat memberi efek yang negatif juga. Karena sangat sensitifnya terhadap perubahan harga, periode pendek dapat memberi sinyal yang salah.
Periode panjang terbalik dengan yang periode pendek. Sensitifitasnya sangat lambat yang dapat berakibat pada terlambatnya proses buka dan tutup posisi. Namun, di lain pihak sinyal yang diberikannya lebih akurat.
Bagaimana sampai di sini? Masih bingung. Silahkan lanjutkan ke sisi praktis berikut. Pada contoh berikut saya akan menggunakan periode 1 agar Anda dapat lebih mudah mengerti dasar penggunaan ATR
atrtunggal.gif
Gambar 3 Tampilan ATR Periode 3
Ada 3 kondisi yang masing-masing telah ditandai dengan angka:
1. Apabila grafik ATR berada pada bagian atas seperti pada kondisi 1. hal ini berarti telah terjadi perubahan harga yang sangat drastis (tanpa peduli trend naik atau trend turun).
2. Apabila grafik ATR berada pada bagian tengah seperti pada kondisi 2. hal ini berarti telah terjadi perubahan harga yang tergolong medium.
3. Apabila grafik ATR berada pada bagian bawah seperti pada kondisi 3. Hal ini berarti harga sedang dalam kondisi sideways (tidak terjadi perubahan trend).
Kelemahan:
Karena fungsinya yang hanya sebagai penanda perubahan harga, kelemahannya yang paling utama adalah tidak memberikan informasi apakah yang terjadi trend naik dan trend turun. Indikator ini juga tergolong dalam lagging indikator (pengikut). Oleh karena itu, indikator ini sulit dijadikan alat prediksi.
Belajarforex says:
Karena ATR hanya berfungsi sebagai penanda perubahan harga (tidak bisa mengetahui apakah trend naik atau trend turun yang terjadi) dan merupakan lagging indikator (indikator pengikut), indikator ini perlu dilengkapi dengan indikator lain seperti stochastic oscillator yang berfungsi sebagai leading indikator(lebih bisa memprediksi harga ke depan) dan mampu memprediksi trend yang akan terjadi.
Langganan:
Postingan (Atom)